[Perancangan Peta 3 Dimensi] Part 5 – Mendapatkan Collada Object

Objek 3D harus berjenis collada (*.dae – digital asset exchange) yang dapat di browse secara interaktif dengan engine flash player dan class Papervision.

Collada (COLLAborative Design Activity) adalah skema open standard XML untuk membuat sebuah objek 3D yang dapat di explore secara interaktif.  Menurut pengembangnya Khronos Group, Collada dapat digunakan secara gratiss :). Pada sketchup kita dapat mengkonvert hasil keluaran menjadi Collada file (*dae). Ada 2 cara untuk mendapatkan objek 3D jenis ini, diantaranya:

  1. Dengan mengexport langsung sebagai file collada. Program akan secara otomatis memasukan file DAE dan material yang digunakan pada objek. Namun fitur ini hanya bisa didapatkan pada program Sketchup berbayar.
  2. Cara yang kedua adalah mengexportnya sebagai file Google Map (*.kmz), karena fitur export sebagai KMZ bisa dilakukan pada program sketchup yang tidak berbayar (gratis). Untuk mendapatkan file DAE dan Materialnya, kita cukup merubah ekstensi *.kmz manjadi *.zip, setelah itu ekstrak file, maka anda akan menemukan dua folder, satu file textures.txt dan file doc.kml, yang kita butuhkan hanya dua folder tersebut. Folder “model” yang bersisi file DAE dan satu folder berisi file “images” yang berisi material/ tekstur dari objek DAE tersebut.
Hasil Export dengan ekstensi Google Map (*.kmz)
Hasil Export dengan ekstensi Google Map (*.kmz)

Hasil keluaran tersebut di copy kedalam sebuah folder baru dalam Flex Project pembangunan peta 3D. Nama folder material harus sama dengan nama objek DAE nya. Jika nama objek DEA nya “jica.dae” maka folder material harus bernama “jica”. Nama material pun harus tepat seperti yang tertulis pada DAE file. Untuk meyakinkannya DAE file dapat dibuka dengan bantuan software editor teks dan temukan bagian:

Bagian library material
Bagian library material

Tag pada bagian “library_material” meminta referensi material berupa image kepada “library_images”. Nama texture0.jpg dan texture1.jpg adalah nama image yang dijadikan oleh objek sebagai material.

Bagian library images
Bagian library images

Ok, gw rasa cukup, segini dulu post kali ini, post selanjutnya membahas bagaimana objek collada di load pada Flex Builder menggunakan Papervision 3D :).

Keep in touch ‘n See you around guys 😀 !!!

[Perancangan Peta 3 Dimensi] Part 4 – Modeling objek 3D

[Saya tidak menyertakan bagaimana cara (teknis) memodel objek 3D di sketchup, karena banyak tutorial diluar sana yg lebih professioanal dan klo diajarin disini satu2 akan mamakan waktu selama nenek-nenek lari di sabuga sebanyak 4 keliling, jadi disini adalah konsep & kesimpulan yang saya buat mengenai pemodelan objek 3D yang ideal untuk di load pada browser]

let’s begin!! ^^

Membuat model 3d yang benar berarti membuat model 3d yang dapat merepresentasikan bangunan dan juga memperhatikan efisiensi size dalam pemodelan. Model dengan geometri yang simple akan mudah dan cepat untuk di load program utama.

Sub Object 3D
Sub Object 3D

Pengertian aspek pembangun suatu objek:

  1. Face/ Polygon adalah sebuah plane yang terbentuk atas hasil keterhubungan line. Jumlah minimal line yg dibutuhkan untuk membentuk face adalah 3 line.
  2. Vertices/ Vertex adalah sebuah titik ujung hasil pertemuan line-line
  3. Line/Egde adalah sebuah garis yang tercipta karena keterhubungan 2 titik (Vertrice/ Vertex)

Untuk membuat sebuah model 3D yang ukurannya presisi, kita membutuhkan sebuah draf rancang bangun sebuah lokasi yang menggunakan ukuran dengan skala berdasarkan ukuran sesungguhnya. Disarankan untuk menggunakan Master Plan atau Blue Print (Cetak biru) dari lokasi, ini akan sangan menghemat waktu penelitian mengenai daerah yang akan di ubah menjadi objek lokasi berbentuk 3D.

Master Plan
Master Plan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam pemodelan presisi, adalah dengan menggunakan image reference sebagai acuan model dasar , yaitu menempelkan gambar Master Plan pada sebuah plane yang nantinya objek-objek gedung di bangun di atasnya sesuai dengan garis pada Master Plan tersebut.

Master Plan pada Plane 3D di sketchup
Master Plan pada Plane 3D di sketchup

Gambar 13 Master plan UPI yang dijadikan dasar modeling 3D

Objek dibangun dari line sehinga memudahkan dalam pembentukan objek yang memiliki bentuk melengkung.

Line modeling
Line modeling

Objek dibuat sesederhana mungkin agar ringan saat di load pada browser:

UPI 3D
UPI 3D

Hasil keluaran dari pemodelan 3D ini adalah file collada (*dae). Ada 2 cara untuk mendapatkan objek 3D jenis ini, diantaranya:

  1. Dengan mengexport langsung sebagai file collada. Program akan secara otomatis memasukan file DAE dan material yang digunakan pada objek. Namun fitur ini hanya bisa didapatkan pada program Sketchup berbayar.
  2. Cara yang kedua adalah mengexportnya sebagai file Google Map (*.kmz), karena fitur export sebagai KMZ bisa dilakukan pada program sketchup yang tidak berbayar (gratis). Untuk mendapatkan file DAE dan Materialnya, kita cukup merubah ekstensi *.kmz manjadi *.zip, setelah itu ekstrak file, maka anda akan menemukan dua folder, satu file textures.txt dan file doc.kml, yang kita butuhkan hanya dua folder tersebut. Folder “model” yang bersisi file DAE dan satu folder berisi file “images” yang berisi material/ tekstur dari objek DAE tersebut.

Ok, cukup dulu bwt hari ini :D, post selanjutnya tentang Papervision dan Collada Objek.

see you $_$ eh  ^_^.

[Perancangan Peta 3 Dimensi] Part 3 – Pengumpulan Data

Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dimaksud meliputi:

  1. Data informasi mengenai gedung berupa informasi nama gedung, fakultas, fasilitas, jurusan, deskripsi, dan foto gedung.
  2. Data fisik gedung berupa photo references. Ini adalah tahapan pertama dalam pemodelan 3D. Foto yang gedung ini diperlukan dalam tahapan modeling objek.
Pengambilan gambar objek
Pengambilan gambar objek

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengambilan foto, diantaranya:

  1. Ambil banyak gambar gedung dari berbagai sisi. Ini akan berguna untuk referensi modeling secara presisi dan keperluan materialing
  2. Ambil juga gambar disekitar bangunan seperti pohon, mobil, dan lain-lain karena akan berguna dalam menciptakan atmosphere yang benar-benar merepresentasikan sebuah lokasi.
  3. Ambil gambar ‘detil/ part khusus bangunan’ yang menjadi khas dari si bangunan

Kelompokan tiap foto bangunan pada folder yang terpisah untuk memudahkan saat pemodelan objek.

Posting selanjutnya mengenai modeling objek 3D. See you around ^^

[Perancangan Peta 3 Dimensi] Part 2 – Prosedur Pengerjaan Penelitian

Penelitian Transformasi peta ini membutuhkan beberapa tahap pengerjaan mulai dari pekerjaan diluar komputer (terjuan langsung ke lokasi penelitian untuk mengambil data yang dibutuhkan) sampai merancangnya menjadi sebuah sistem yang terintegrasi dan utuh.

Model Integrasi
Model Integrasi

Adapun urutan pengerjaan yang harus dilalui adalah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data yang berhubungan dengan data gedung, lokasi dan sekitarnya
  2. Riset denah yang akan dibuat, perlu diperhatikan pula aspek skala semakin presisi semakin baik. Denah mengenai data lokasi yang telah terkumpul terlebih dahulu divisualisasikan menggunakan rancangan gambar 2d, hal ini akan sangat memudahkan dalam perancangan selanjutnya (3D), karena kita bisa fokus terlebih dahulu kepada draf 2d yang lebih mudah dilakukannya koreksi apabila terjadi kesalahan, jadi tak akan membuang waktu pada saat pemodelan 3D. Untuk kasus pemodelan di UPI ini, saya menggunakan Master Plan (denah UPI secara keseluruhan dengan sekala presisi). Hal ini sangat membantu dalam peletakan posisi gedung serta jalan-jalan yang menghubungkannya.
  3. Master Plan
    Master Plan
  4. Membuat rancangan virtual denah dalam modeler 3D dengan aplikasi yang telah dikuasai. Mungkin akan terlibat beberapa tool baik software stand alone maupun plug-in yang bertujuan agar tingkat efektifitas perancangan menjadi tinggi dan flexible.
  5. Pembangunan Interface Program di Flex yang disesuaikan dengan fitur-fitur yang akan ada dalam program ini, tiga fitur besar itu adalah:
    1. explore 3D,
    2. Find Path
    3. All list (berisi informasi mengenai gedung, jurusan dan fakultas)
    4. Search
  6. Mengekpor hasil rancangan denah ke program third party yang menyediakan tools programming yang mendukung import file 3D. Dalam penelitian ini saya telah memutuskan dari sekian banyak aplikasi yang mendukung, saya memilih Flex sebagai tool main programming dan integrasi 3D. Hal tersebut dikarnakan telah saya temukannya plug-in (PaperVision3D) berupa class-class yang dapat mengintegrasikan model 3D kedalam flex yang nantinya akan di coding agar menjadi model 3D yang dapat di eksplor secara bebas.
  7. Sinkronisasi pergerakan model 3D dengan status programing yang diberikan oleh program utama (Tempat dimana semua aspek diintegrasikan)
  8. Perancangan dan Pembangunan Database yang disesuaikan dengan kebutuhan fitur. Saya menggunakan tool AMFPHP sebagai ‘wali’ untuk kebutuhan pengambilan data dari MySql menggunakan Flex dengan back-end PHP untuk insert, update & delete data. CakePHP ikut andil disini.
  9. Pemberian informasi pada tiap tempat yang masuk dalam area peta
  10. Pembuatan Fitur Find Path atau pencarian jalur terpendek. Menggunakan Algoritma Djikstra (Ini sub-program, hanya sebagai utilities saja)
  11. Tes semua aspek integritas, interface di Flex, programming pada model 3D, Database, Programming pada fitur Find Path dan fitur Search.
  12. Compiling

Post2 selanjutnya akan lanjut membahas mengenai teknis :). keep in touch, hehe..
See you later ^^